Teks Saja
Search

Rusia Tuduh Georgia Sebagai Penyebab Perang

07/09/2008

Russian President Dmitry Medvedev at Security Council meeting in Sochi, 16 Aug 2008
Dmitri Medvedev
Presiden Rusia Dmitri Medvedev menuduh pemerintah Georgia sebagai biang keladi perang bulan lalu.

Berbicara pada peresmian sebuah stasiun kereta bawah tanah yang baru di Moskow, Medvedev mengatakan Minggu, pemerintahnya menyesali apa yang disebutnya sebagai “keretakan tiba-tiba” dalam hubungan dengan Georgia.

Ia menuduh pemerintah Georgia sebagai penyebab permasalahan tetapi katanya Rusia tetap memiliki niat baik terhadap rakyat Georgia.

Presiden Georgia, Mikhail Saakashvili Minggu mengatakan integritas wilayah Georgia akan dipulihkan dengan bantuan Barat.

Juga Minggu, Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini, mengatakan ia dan Wakil Presiden Amerika Dick Cheney sepakat perlunya, apa yang disebutnya sebagai, “kerjasama yang intensif” antara Eropa dan Amerika guna menanggapai krisis Georgia.

Cheney berada di Italia hari Sabtu, dan menyebut tindakan militer Rusia di Georgia sebagai “suatu penghinaan terhadap standar beradab” serta tidak bisa diterima.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Cheney Kecam Keras Upaya Rusia Kuasai Persediaan Minyak dan Gas di Georgia
Cheney Desak Ukraina Bersatu dan Berhubungan Erat dengan Barat
Rice: Rusia Perdalam Pengucilan Dirinya dalam Konflik di Georgia
 
  Berita Utama
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak

  Berita Lainnya
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik
Kanada Serukan Pengampunan 2 Warganya yang Hadapi Hukuman Mati di Arab