Teks Saja
Search

Christopher Hill: Kebuntuan Nuklir Korut Akan Selesai Sebelum Akhir Jabatan Bush

07/09/2008

Christopher Hill (file photo)
Christopher Hill
Ketua tim perunding Amerika dalam pembicaraan mengenai program senjata nuklir Korea Utara hari Sabtu mengatakan ia yakin kebuntuan yang terjadi saat ini akan diselesaikan sebelum presiden Amerika berikutnya resmi menjabat.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Christopher Hill berbicara setelah pertemuan dua hari di Beijing dengan para utusan dari Cina, Rusia, Jepang dan Korea Selatan. Hill mengatakan berbagai usaha untuk mendenuklirisasi Korea Utara akan dilanjutkan segera.

Pekan lalu, Korea Utara menyatakan telah berhenti melumpuhkan kompleks nuklir utamanya di Yongbyong karena Washington tidak mengeluarkan negara itu dari daftar negara-negara yang mensponsori terorisme.

Hill mengatakan Pyongyang akan segera dikeluarkan dari daftar tersebut begitu negara itu menyetujui sistem verifikasi nuklir sesuai standar internasional.

Hill mengatakan, protokol verifikasi tersebut harus segera diselesaikan. Ia meyakini hal tersebut dapat dilakukan segera.

Penempatan dalam daftar tersebut menghalangi Korea Utara untuk memperoleh bantuan yang sangat diperlukan bagi perekonomian yang mengalami kesulitan.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Hill ke Beijing Lakukan Pembicaraan dengan Cina, Korsel dan Jepang
Korut Tuduh AS dan Korsel Lakukan Penerbangan Mata-Mata
 
  Berita Utama
Serangan Misil AS di Pakistan Tewaskan Seorang Buron Militan dari Inggris

  Berita Lainnya
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik