Teks Saja
Search

Militer AS: 11 Warga Irak Tewas Dalam Serangan di Mosul

05/10/2008

US Army soldiers walk past a barrier wall spray-painted with Arabic graffiti denouncing sectarian violence during a patrol in the Al-Dora neighborhood in Baghdad, 02 Jul 2008

Pihak militer Amerika di Irak mengatakan, lima militan, tiga perempuan dan tiga anak-anak tewas ketika berlangsung serangan Amerika, dimana seorang pembrontak meledakkan rompi berisi bahan peledak.

Militer mengatakan, tentaranya diserang tembakan Minggu ketika memasuki sebuah rumah di Mosul yang diperkirakan menampung seorang tersangka teroris. Seorang militan kemudian meledakkan rompi berisi bahan peledak.

Dalam pernyataannya, militer mengatakan lima teroris tewas selama serangan berlangsung, bersama tiga perempuan dan tiga anak-anak. Satu anak lagi mengalami luka-luka. Tentara kemudian menemukan senjata dan bahan peledak dalam bangunan itu.

Sabtu, pihak militer Amerika mengatakan, dua helikopter Black Hawk Amerika bertubrukan ketika mendarat di sebuah pangkalan di Baghdad.

Menurut pihak militer, satu tentara Irak tewas dalam kecelakaan itu, sementara dua tentara Irak lainnya dan tiga tentara Amerika mengalami luka-luka.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Koalisi Tewaskan Seorang Pemimpin Al-Qaida di Irak
Dewan Kepresidenan Irak Sahkan UU Pemilu
26 Tewas, 50 Cedera dalam Serangan Bom di Irak
 
  Berita Utama
Serangan Misil AS di Pakistan Tewaskan Seorang Buron Militan dari Inggris

  Berita Lainnya
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik