Teks Saja
Search

Eropa Berusaha Selamatkan Bank-Bank yang Terancam Bangkrut

05/10/2008

French President Nicolas Sarkozy (l), and the head of the International Monetary Fund Dominique Strauss-Kahn following their meeting at the Elysee Palace in Paris, 04 Oct 2008
Presiden Nicolas Sarkozy menyambut Ketua IMF Dominique Strauss-Kahn di Paris, 4 Oct 2008
Pemerintahan diseluruh Eropa berduyun-duyun berusaha menyelamatkan bank-bank yang terancam kebangkrutan Minggu, sehari setelah para pemimpin Eropa menyerukan tanggapan yang lebih terkoordinir terhadap krisis finansial global.

Di Jerman hari ini, pemerintah dan para pemimpin bisnis bertemu guna membahas usaha menyelamatkan peminjam properti komersial, Hypo Real Estate AG. Sebuah rencana penyelamatan senilai 48 miliar dolar untuk menyelamatkan bisnis Jerman itu gagal Sabtu.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pejabat kini sedang bekerja keras untuk mengamankan bisnis perkreditan itu. Ia mengatakan Berlin tidak akan membiarkan kesulitan satu lembaga finansial mempengaruhi seluruh sistem.

Di Belgia, pejabat finansial berusaha menemukan pembeli untuk Fortis, sebuah grup perbankan dan asuransi gabungan Belgia dan Belanda. Pemerintah Belanda baru-baru ini melakukan nasionalisasi operasi grup ini di Belanda.

Para pemimpin Perancis, Inggris, Jerman dan Italia bertemu Sabtu di Paris dan sepakat untuk menandatangani sebuah pakta resmi guna mendukung sektor perbankan masing-masing. Sistem finansial Eropa sangat terpukul oleh krisis ekonomi Amerika.

Di Amerika, bisnis perbankan raksasa, Citigroup, mengumumkan Minggu bahwa seorang hakim setuju untuk memblokir sementara penjualan Bank Wachovia yang sedang kesulitan kepada saingan Citigroup, Wells Fargo Bank. Citigroup mengatakan transaksi ini melanggar sebuah persetujuan sebelumnya yang dicapai pihaknya dengan Wachovia.

Para anggota Kongres meloloskan rencana penyelamatan finansial bernilai 700 miliar dolar Jumat. Rencana ini memungkinkan pemerintah Amerika membeli investasi yang macet dari bisnis finansial dalam usaha untuk memulihkan kepercayaan para investor dan peminjam, serta merangsang kembali pertumbuhan ekonomi.

Chinese Premier Wen Jiabao
Wen Jiabao
Sementara itu, PM Tiongkok, Wen Jiabao mengatakan ekonomi negara itu sehat, meskipun terjadi krisis ekonomi global.

Kantor Berita Xinhua mengatakan, Wen membuat pernyataannya itu Minggu ketika mengunjungi wilayah otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok Barat Daya.

Wen mengatakan meskipun terjadi kekisruhan ekonomi akibat krisis kredit perumahan di Amerika, lembaga finansial Tiongkok pada umumnya meningkatkan kekuatan dan kemampuan mereka menghadapi risiko.

Ia mengatakan pertumbuhan berkesinambungan merupakan cara terbaik untuk Tiongkok melalui kekacauan dalam pasar-pasar dunia.

Hari Sabtu, Presiden Amerika George Bush mengatakan krisis finansial Amerika akan berkurang, tetapi perlu waktu agar pengaruh dari UU penyelamatan finansial ini membawa hasil.

 

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Bush Optimis Krisis Finansial Amerika akan Mereda
Bush Sahkan RUU Penyelamatan Finansial 700 Milyar Dolar
Senat AS Setujui Rencana Penyelamatan 700 Milyar Dolar
 
  Berita Utama
Serangan Misil AS di Pakistan Tewaskan Seorang Buron Militan dari Inggris

  Berita Lainnya
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik