Teks Saja
Search

Syria Buka Hubungan Diplomatik dengan Libanon

14/10/2008

Syria's President Bashar al-Assad (r) and his Lebanese counterpart Michel Suleiman in Damascus, 13 Aug 2008
Michel Suleiman dan Bashar Assad di Damascus
Syria telah membuka hubungan diplomatik dengan negara tetangganya Libanon. Sebuah dekrit yang menyerukan pembukaan kedutaan besar Syria di Beirut diumumkan hari Selasa oleh kantor berita Syria.

Presiden Bashar al-Assad dan Presiden Libanon Michel Suleiman sepakat untuk menjalin hubungan bulan Juli lalu saat pembicaraan dengan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy.

Politisi anti syria di Libanon sejak lama menyerukan pada Syria untuk membuka hubungan diplomatik sebagai bukti Syria mengakui kedaulatan Libanon.

Amerika menyambut baik tindakan tersebut, namun menambahkan kedua negara masih harus mencapai kesepakatan mengenai perbatasan.

Syria tidak pernah mengakui Libanon secara formal, setelah keduanya memperoleh kemerdekaan dari Perancis tahun 1943 dan Syria sejak lama mendominasi politik di Libanon.

Professor Hilal Kashan, pengamat politik dari American University di Beirut, mengatakan seruan pembentukan kedutaan itu tidak banyak maknanya, karena bagi orang Syria ini tidak lebih hanyalah taktik.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Syrian President Assad Signs Decree Establishing Diplomatic Relations With Lebanon
Syria Opens Formal Diplomatic Ties with Lebanon
 
  Berita Utama
Serangan Misil AS di Pakistan Tewaskan Seorang Buron Militan dari Inggris

  Berita Lainnya
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik