Teks Saja
Search

Tentara AS akan Keluar dari Irak Tahun 2011

15/10/2008

PsyOp soldiers routinely patrol public markets, answering questions about electricity, water and kerosene
Tentara AS di Irak
Irak telah menyusun rancangan perjanjian yang akan mengharuskan tentara Amerika keluar dari negeri itu tahun 2011, kecuali kalau diminta untuk tinggal lebih lama lagi.

Kata pejabat pemerintah hari Rabu, juga telah dicapai kompromi tentang kekebalan bagi personil Amerika yang ditugaskan di Irak, kecuali kalau orang itu dicurigai terlibat kejahatan ketika tidak sedang bertugas.

Rancangan resolusi itu akan menggantikan mandat PBB tentang pasukan asing di Irak yang akan berakhir tahun ini, tapi rancangan itu belum disepakati oleh DPR Irak maupun pemerintah Amerika.

Pemerintah Irak juga mengecam komandan tentara Amerika, Jenderal Ray Odierno yang menuduh Iran berusaha untuk menyogok anggota DPR Irak supaya menyabot rancangan UU itu. kata jurubicara pemerintah, komentar odierno itu tidak pada tempatnya.

Iran juga membantah tuduhan itu, dan dutabesar Iran di Irak mengatakan, Iran siap untuk mengadakan pertemuan lagi dengan Irak dan Amerika untuk membahas hubungan antara ketiga negara.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Nouri al Maliki: Saatnya Tentara Inggris Tinggalkan Irak
Serangan Bom Mobil Tenewaskan 14 Orang di Irak Utara
Bom Mobil Tewaskan 13 Orang di Sebuah Pemukiman Warga Syiah
 
  Berita Utama
Serangan Misil AS di Pakistan Tewaskan Seorang Buron Militan dari Inggris

  Berita Lainnya
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik